Bersama wali kelasnya dia tergolong anak yang tertutup. Tidak mau menjelaskan problem apa yang dia alami yang berakibat pada menurunnya semangat belajar. Disela-sela jam ngajar anak ini saya panggil. Saya ajak ngobrol face to face kenapa perilaku dia selama ini berubah. Sedikit demi sedikit saya ulas cerita dari dia. Sebisa mungkin di posisi seperti ini saya berubah peran menjadi teman curhat dia. Akhirnya anak ini mengaku sedang ada sedikit masalah di keluarga dia. Namun yang saya tangkap apa yang dia ceritakan itu hanya fiktif belaka. Di hari itu saya hanya memberikan sedikit wejangan agar dia bisa kembali menjalankan aktifitas di sekolah dengan tertib. Beberapa hari setelah saya panggil anak ini sudah kembali belajar di sekolah seperti sedia kala sampai pada saat kenaikan kelas.
Naik di kelas 12 anak ini menjadi catatan tersendiri bagi saya. 1 bulan sebelum Penilaian Akhir Semester Ganjil, si anak ini kembali ke problem sebelumnya. Sekolah datangnya siang², tidak semangat lagi dalam belajar. Mengetahui hal tersebut si anak ini kembali saya ajak ngobrol. Akhirnya anak ini mengaku dia malas sekolah karena habis melihat tetangganya menikah. Ketika saya tanya dia apa memiliki pacar jawabnya tidak namun ngefans sama seseorang namun dia tidak mau untuk pacaran. Mengingat waktu bagi peserta didik kelas 12 itu yang relatif sangat singkat. Beberapa wejangan, motivasi, semangat saya berikan ke dia agar mampu menyelesaikan studinya ini yang hanya tinggal hitungan bulan.
Di tahun ajaran baru sekolah saya terdapat 2 guru baru laki-laki yang mana satunya sudah menikah dan yang satu masih Lajang. Saya tergolong salah satu orang yang akrab dengan para rekan kerja yang baru. Sering kami sharing perihal beberapa hal mulai dari urusan sekolah sampai urusan pribadi. Setelah Lebaran Idul Fitri saya dikejutkan dengan unggahan story wa guru baru tdi yang lagi proses lamaran dengan seorang perempuan yang tak lain merupakan murid saya tadi. Disaat yang sama memang untuk kelas 12 sudah menyelesaikan Berbagai macam ujian. Tinggal menunggu kelulusan dan wisuda. Seketika saya chat si bapak guru tadi "Loch pak jenengan suul adab melamar anak orang tanpa izin ke mboke terlebih dahulu😄😄". Tak lama si bapak itu balesi "la gimana lagi bu udh sama² suka ya langsung tak lamar. Ke esokan harinya di sekolah saya introgasi itu bapak gimana awal mulanya sampai sejauh ini. Beliau bilang setelah masuk di sekolah dan mengajar di kelas 12 Ps ketemu dengan anak tadi langsung ada ketertarikan.
Sampai suatu hari mereka chatingan dan si bapak ini datang ke rumah si murid tadi. Saya tanya berarti orang yang selama ini di idolakan oleh murid si A tadi jenengan. Beliau jawab iya. Disaat yang sama beliau meminta restu dan do'a menuju hari H yang Insya Allah dilaksanakan setelah berlangsungnya wisuda. Kedekatan antara murid dengan bapak guru sudah berlangsung sekitar 8 bulan lebih walaupun masih secara sembunyi-sembunyi dari warga sekolah. Sampai akhirnya si bapak tadi secara resmi melamar dan mempublikasikan hubungan mereka. Bagi saya cerita antara murid dan guru ini sungguh sangat menarik. Saya yang biasanya hanya menjumpai cerita² seperti itu di novel dan film kini dikehidupan nyata pun juga ada. Menyaksikan mereka duduk dipelaminan rasanya seperti mimpi tapi nyata. Kalau sudah ditakdirkan berjodoh tentu kita tidak tau dari mana dan dengan siapa kita berjodoh.
Cerita yang menarik mbak
BalasHapusTerima kasih ibu....
Hapus