Rabu, 21 Februari 2024

Sepenggal Kisah di Kota Tahu

                 Praktek Kerja Industri atau bias dikenal dengan sebutan Prakerin merupakan suatu kegiatan wajib yang harus dilaksanakan oleh semua Peserta Didik di Bangku Sekolah Menengah Kejuruan. Kegiatan Prakerin meliputi pendidikan, pelatihan dan pembelajaran bagi Peserta Didik SMK yang dilakukan di dunia usaha atau industri yang berkaitan dengan kompetensi Peserta Didik sesuai dengan bidang yang digelutinya. Pada umumnya tujuan melaksanakan prakerin ini sebagai wujud untuk meningkatkan kemampuan peserta didik sesuai dengan bidangnya masing². Program ini dilaksanakan agar siswa  siap untuk bekerja di lapangan setelah lulus sekolah.  Sesuai dengan motto SMK : SMK Bisa, SMK Hebat, Siap Bekerja, Santun, Mandiri dan Kreatif. Pada saat prakerin para peserta didik mempraktikkan teori yang sudah di pelajari disekolah.
              Tahun 2019 tepatnya bulan pada bulan Agustus Tim Prakerin SMK Al Khoiriyah mulai mendata dunia industri mana saja yang akan ditempati bagi peserta didik. Mulai mengecek MOU dengan pihak dudi apakah masih berlaku atau tidak. Namun dari ketiga jurusan yang ada hanya jurusan Perbankan Syariah yang MOU nya sudah habis. Alhasil kami pihak tim prakerin mulai membuat kembali MOU dg Mitra dunia usaha. Beberapa dudi kami datangi untuk memperpanjang MOU namun, semua dari beberapa dudi yang kami datangi ternyata jadwal untuk prakerin tahun ini sudah full berbarengan dengan sekolah lain dan universitas terpaksa kami pun tidak bisa memperpanjang MOU. Rasa pusing menghantui kami harus mencari kemana lagi tempat untuk prakerin anak².  
             Beberapa hari kami mencari, salah satu teman kami teringat bahwa beliau punya teman lama yang bekerja di Bank Muamalat Kc. Kediri. Seketika langsung di wa menanyakan perihal program prakerin di Bank Muamalat kediri. Alhamdulillah mendapatkan respon yang baik dan cepat kami disuruh untuk mengirimkan surat permohonan prakerin dan mengantarkannya langsung ke kantor. Ke esokan harinya perwakilan dari kami datang ke Kantor Bank Muamalat. Kabar baik langsung kami dapatkan di hari itu juga bahwasannya sekolah kami di perbolehkan untuk melaksanakan prakerin di bank tersebut 2 minggu setelah kabar baik kami dapatkan.
               Koordinasi dg wali murid dan Yayasan telah kami lakukan, Izin pun telah kami kantongi. Namun, satu hal yang menjadi tantangan prakerin tahun itu, bahwasannya 5 sekawan harus melaksanakan prakerin jauh dari tempat tinggalnya. Bisa tidak bisa mereka harus tinggal di kos²an selama berlangsungnya prakerin. Tempat kos sudah dicarikan oleh pihak sekolah, letaknya tidak jauh dari bank muamalah sekitar 200 meter. Letaknya juga sangat stategis. Anak – anak bisa tidak bisa harus belajar mandiri jauh dari orang tua, guru, teman dan saudara. Menyiapkan keperluan sehari² sendiri. Mulai dari bangun tidur sampai mau tidur kembali. Biasanya ketika di rumah maupun di pondok mereka hanya menyiapkan diri ketika mau berangkat ke sekolah. Segala sesuatu yang mereka butuhkan sudah disiapkan. Kekhawatiranpun muncul tidak hanya dari para wali murid, namun bagi kami para bapak ibu guru di sekolah khususnya saya wali kelas, Apalagi beberapa diantara mereka sudah memiliki pacar. Tapi saya selalu berusaha untuk berfikir positif anak² akan baik² saja mereka bisa menjaga diri mereka sendiri walaupun tinggal jauh dari kami. Beberapa kali saya datang dan menginap di kos²an mereka tanpa memberi kabar terlebih dahulu dg maksud ingin memantau kehidupan mereka selama tinggal jauh dari kami. Alhamdulillah 4 bulan melaksanakan prakerin di kota tahu bisa berjalan dengan lancar. Kendala dan problem selama berlangsungnya prakerin tentu tetap ada namun hal ini masih tergolong hal yang wajar.

2 komentar:

  1. Prakerin sangat dibutuhkan oleh siswa yang masuk jenjang SMK. Agar antara teori dan praktek ada keseimbangan. Semoga prakerin di kota tahu akan memberikan pengalaman yang berharga bagi siswa.

    BalasHapus