Kamis, 22 Februari 2024

Letters For My Boss

                      Angka Satu merupakan angka pertama dari sekian banyaknya angka yang ada. Satu selalu identik dengan di depan, pertama, di awal, di muka dan lain sebagainya. Beragam kisah yang berkesan dan bahkan sangat berkesan ketika kisah cerita itu yang pertama. Bahagia, suka, suka, gembira, kecewa, sedih bahkan sampai hal yang sangat memilukan pun apabila itu terjadi di awal selalu memiliki sebuah kesan yang sangat bermakna. Kisah pertamalah yang selalu memberikan sebuah pembelajaran yang begitu sangat berharga bagi mereka yang mengalaminya. Pertama menjadi salah satu acuan untuk menentukan langkah ke depan. Kesalahan, kegagalan, dan segala bentuk kekurangan di awal menjadi gambaran untuk berubah dan belajar untuk menjadi lebih baik seperti halnya merubah energi negatif ke energi positif. Proses yang panjang dan tidak mudah dalam merubah menjadi lebih baik. Step demi step di lalui agar segala bentuk kekurangan yang telah di lakukan di awal jangan sampai terulang kembali. 
                         Ada sebuah ucapan dari banyak orang ketika baru lulus kuliah Selamat atas kelulusan anda dan selamat masuki dunia yang sebenarnya. Dunia yang sebenarnya disini memiliki banyak arti dan makna. Ada yang memaknainya setelah seseorang lulus itu mau kemana. Apakah Mau bekerja, berumah tangga, membantu orang tua, atau mau melanjutkan study lagi. Semua ini tentu targantung pada setiap individu yang menjalaninya. Bagi penulis memaknai dunia yang sebenarnya itu lebih pada profesi apa yang nanti akan kita jalani setelah lulus kuliah. Banyak sekali kejadian di mana realita tidak sebanding dengan ekspektasi. Semisal, Sewaktu kuliah kita memiliki rencana ingin menjadi A tapi setelah lulus tidak bisa mendapatkan apa yang telah kita rencanakan. 
              Pertengahan tahun 2017 menjadi Start bagi saya dalam memasuki dunia baru dalam mengamalkan ilmu yang sudah saya dapat di bangku perkuliahan. Apakah profesi saya sesuai yang saya rencanakan dahulu tentu tidak. Saya kuliah S1 mengambil konsentrasi Perbankan Syariah namun saya mendapatkan pekerjaan pertama sebagai seorang staf tata usaha di salah satu sekolah swasta di kota marmer. Dunia pekerjaan tentu jauh berbeda dengan dunia pendidikan. Kedisiplinan, tepat waktu, tanggung jawab, dan yang paling penting memiliki mental yang sangat tangguh, mengutamakan kepentingan umum dari pada kepentingan pribadi menjadi suatu hal yang wajib di miliki oleh seseorang ketika memasuki dunia kerja. Sejak awal saya dinyatakan di terima sebagai staf tata usaha, Ibu Kepala sekolah sudah memberitahu bahwa pekerjaan TU itu banyak, siap bekerja dengan tim dan mampu bekerja dalam tekanan. Proses saya masuk di sekolah ini lumayan lebih mudah, tanpa ada tes maupun segala bentuk seleksi lainnya. Hari ini dinyatakan diterima besok sudah mulai bekerja. 
                       Di kota Marmer, sekolah tempat saya mengamalkan ilmu ini tergolong sebagai sekolah yang sudah maju walaupun statusnya swasta. Jumlah muridnya sudah mencapai hampir 500 siswa. Namun hanya ada dua staf tata usaha. Satu di amanahkan Dapodik  dan satunya Bos. Namun saat saya masuk untuk admin dapodik ini sekaligus menghandle admin umum, sedangkan untuk admin bos ini di handle oleh salah satu guru mata pelajaran. Tempat tinggal yang jauh menjadi alasan admin dapodik mengundurkan diri dari sekolah dan ini yang nantinya akan saya gantikan. Saya mulai bekerja berbarengan dengan berakhirnya semester genap di tahun ajaran. Hal ini menandakan saat itu juga lagi banyak sekali pekerjaan² yang harus saya kerjakan dengan posisi saya masih terbilang karyawan baru. 
                    Dua Minggu saya menjalani serangkaian observasi, SK dari kepala sekolah turun. Saya yang awalnya di amanahkan untuk menjadi admin umum dan dapodik berubah di amanahkan untuk menjadi admin bos dan umum dengan pertimbangan saya lulusan Sarjana Ekonomi. 
Dua minggu kerja saya di tuntut untuk membuat Rekapan Daftar Ulang siswa yang naik di kelas VIII dan IX. Bagi saya hal ini sangat baru, tidak ada arahan yang jelas dari senior mengenai pembuatan rincian daftar ulang ini. Sibuk menjadi alasan senior tatkala memberikan sedikit arahan ke saya. Jam 8 pagi saya di berikan pekerjaan itu jam 4 sore rekapan harus sudah selesai dan dengan kondisi saya yang masih belum faham sama sekali. Alhasil saya mengerjakan dengan perasaan panik, takut dan bingung. Mengerjakan dengan terburu-buru dan sefaham saya. Padahal menurut saya hal ini seharusnya dikerjakan dengan penuh kecermatan dan penuh ketelitian. Satu minggu setelah rekapan saya buat, saya di panggil oleh Yayasan yang memberitahu tentang adanya kesalahan rekapan yang saya buat dimana kesalahan yang saya lakukan kala itu bisa dibilang fatal. Jumlah yang saya cantumkan di rekapan itu kurang sekitar 400 ribu. Disaat yang sama sudah ada beberapa wali murid yang membayar. 
                     Banyaknya Cacian, hinaan dari berbagai pihak tentang kesalahan yang saya lakukan serta banyaknya argumen-argumen yang sangat kurang enak di dengar. Ibu kepala sekolah menjadi satu - satunya orang yang masih mempercayakan saya dan menguatkan saya pada saat itu. Syukur Alhamdulillah yayasan tidak menyuruh saya untuk mengganti kerugian yang ditanggung atas kesalahan yang saya lakukan. Mengemban amanah di bidang keuangan tentu tidak semudah membalikkan telapak tangan. Dibutuhkan mental yang sangat kuat. Hari berganti hari, minggu berganti minggu, bulan berganti bulan dan tahun pun juga berganti namun ujian, tantangan dan berbagai macam problematika di dunia kerja silih berganti. 
                  Akhir tahun 2018, saya mengundurkan diri dari pekerjaan. Kecewa sudah pasti ibu KS rasakan terhadap sebuah keputusan yang saya ambil. Namun saya juga manusia biasa yang memiliki titik lemah, saya hanya mencari tempat ternyaman dalam mengamalkan ilmu. Satu hal yang sangat saya syukuri selama bekerja yaitu bertemu sosok Ibu KS yang mengajarkan saya arti kerja keras, kerja cerdas, disiplin, satu wejangan yang beliau berikan “mengalah bukan berarti kita kalah namun, disitulah letak kemenangan kita”. Beliau yang mengajarkan saya betapa pentingnya membagi waktu dan fikiran, kekhidmatan beliau dalam sebuah yayasan tidak bisa diragukan kembagi. Beliau laksana lentera yang menerangi saya di kala gelapnya dunia kerja. Walaupun kini secara fisik kami sudah berjauhan namun, dalam setiap mu munajatku, selalu kulantunkan semoga beliau diberikan panjang umur, kesehatan, serta dimudahkan dalam semua urusannya. Beliau tidak hanya seorang atasan melainkan sudah seperti ibu bagi saya.

                   

Tidak ada komentar:

Posting Komentar