Kamis, 29 Februari 2024

Aedes Aegypti

             Demam Berdarah dengue atau biasa dikenal dengan istailah DBD merupakan salah satu penyakit demam serius yang ditularkan oleh nyamuk Aedes Aegypti yang menyerang sistem peredaran darah manusia. Penyakit ini bisa lebih serius jika seseorang tidak mendapatkan penanganan yang tepat. Keterlambatan dalam penanganan akan memperbesar resiko dampak buruk hingga kematian. DBD bisa menjangkit seseorang yang telah mendapatkan gigitan dari nyamuk betina aedes aegypti. Nyamuk tersebut membawa virus pemicu berasal dari keluarga Flaviviridae dengan empat jenis virus yang dikenal dengan serotipe. Serotipe tersebut bisa masuk ke dalam tubuh manusia melalui gigitan nyamuk. Virus kemudian mengambil alih mekanisme sel² tubuh seseorang. 
            Virus DENV yang dibawa oleh nyamuk betina memiliki masa inkubasi seminggu. Periode inilah waktu seseorang merasakan gejala² yang membuat tubuh sangat tidak nyaman. Menurut Kementerian Kesehatan, gejala umum DBD adalah demam yang tinggi sepanjang hari. Demam yang dirasakan tidak seperti demam pada umumnya, suhu badan yang terus naik disertai beberapa rasa nyeri pada sejumlah bagian tubuh terutama kepala dan punggung. Selain itu gejala umum yang dirasakan oleh seseorang penderita DBD seperti mual dan muntah, turunnya trombosit, nyeri otot dan tulang, nyeri pada bagian belakang mata, pembekakak kelenjar, munculnya bintik merah di kulit. Fase demam terjadi selama 2 sampai 7 hari, sementara fase kritis DBD berlangsung selama 24 sampai 48 jam setelahnya. 
               Perubahan Musim yang tidak menentu berpengaruh pada tingkat imun seseorang. Sudah hampir satu bulan cuaca tidak menentu. Pagi hingga siang panas sore hari hujan turun. Satu hari hujan, keesokan harinya panas. Hal ini disinyalir menjadi salah satu faktor resiko penularan virus dengue. Pada bulan februari, terjadi peningkatan jumlah orang yang terjangkit DBD. Di beberapa kota yang ada di wilayah Jatim, kasus DBD juga mengalami peningkatan seperti di wilayah  Tulungagung dan Kediri. Empat sampai 10 kasus menyebabkan pasien meninggal dunia. Bahkan beberapa pekan yang lalu disalah satu Rumah Sakit yang ada di Kota kediri, dipenuhi pasien yang terjangkit DBD. Mayoritas virus dengue ini terjadi pada anak² di bawah umur 15 tahun, para lansia dan orang yang memiliki kekurangan sistem kekebalan tubuh. 
           Berbagai upaya pencegahan bisa dilakukan agar terhindar dari DBD seperti menguras bak mandi seminggu sekali, rutin membersihkan wadah penampung air, pasang kasa dan kelambu nyamuk, mengurangi penumpukan dan gantungan baju yang terlalu lama, menggunakan lotion atau krim anti nyamuk, fogging, memangkas dan membersihkan tanaman liar disekitar pekarangan rumah, hiasi rumah dengan tanaman anti nyamuk alami, dan yang paling utama yaitu selalu menjaga daya tahan tubuh kita. 
Bismillah semoga kita semua terhindar dari berbagai macam penyakit. Aamiin Aamiin Yarobbal ngalamin....🤲🤲🤲🤲

Tidak ada komentar:

Posting Komentar