Minggu, 11 Februari 2024

Tangisan Pejuang Garis Dua

                Sejuknya udara pagi, membuat diri ini harus memaksakan diri untuk terus melakukan serangkaian rutinitas. 2 bulan terakhir ini jadwalku di sekolah relatif lebih fleksibel. Pergantian jadwal ngajar untuk kurmer ditambah Anak² kelas 11 sedang melaksanakan prakerin, membuatku sedikit santai untuk mempersiapkan diri dalam mengajar. Setelah serangkaian rutinitas pagi selesai aku lakukan, sambil nunggu keringnya keringat yang membasahi tubuh, aku ambil gadget untuk sekedar berselancar di sosmed. Secrol berbagai story dari teman² dan para customerku. Namun ada salah satu story yg menarik perhatianku pagi ini. Dimana ada informasi ttg telah ditemukan bayi perempuan di salah satu wilayah di Kota Patria dg kondisi bayi yg masih sehat, gemuk. Diperkirakan bayi ini baru 2 jam an dilahirkan. Ditambah pernyataan gregetan dari si pembuat story. Membaca info ini seketika hatiku menjerit. Lagi dan lagi aku mendengar adanya bayi yang di buang. Seketika aku langsung mengomentari story ini "Mbak Pejuang Garis Dia menangis mendengar info ini".
             Ya Allah Ya Rabb lagi lagi bayi yang tak berdosa ini dibuang oleh orang tua mereka yang tidak mau bertanggung jawab atas perbuatannya. Jiwa kepoku mulai muncul ku cari berita ttg pembuangan bayi ini untuk mengobati rasa penasaranku ttg siapa yang tega membuang bayi mungil ini. Air mata ini tak hentinya mengalir membaca informasi ttg adanya pembuangan bayi yg amat menggemaskan ini. Mengingat, kami yg amat merindukan adanya buah hati di dalam sebuah mahligai pernikahan. Berbagai upaya kami lakukan untuk mewujudkan harapan besar ini. Berbagai cara medis maupun tradisional dilakukan agar bisa menghadirkan buah hati dalam pangkuan. Betapa mirisnya seseorang yang telah Allah kasih amanah malah membuangnya. 
              Banyaknya kasus pembuangan bayi ini, mayoritas disebabkan dari sebuah hubungan gelap yang notabennya para pelaku tidak menginginkan adanya buah hati. Hanya mementingkan kesenangan sesaat. Namun ketika insiden ini terjadi, apakah seyogyanya mereka dg semudah membuang bayi yang tidak berdosa ini???? Apakah tidak ada cara lain untuk menutupi aib yang telah mereka buat. Banyak sekali diluar sana pasangan pasutri yang lagi ikhtiar untuk mendapatkan buah hati yang menjadi pelengkap dalam ikatan rumah tangga mereka. 
                

Tidak ada komentar:

Posting Komentar