Selasa, 16 Agustus 2022

Launching Sekolah Tinggi berbasis pesantren di Kota Marmer


            Minggu, 14 Agustus 2022 menjadi salah satu momen yang paling di tunggu oleh keluarga besar Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadi'in Ngunut Tulungagung. Dimana pada hari itu apa yang menjadi keinginan Almagfurlah KH. Muhammad Ali Shodiq Umman Alhamdulillah sudah terwujud. Dua keinginan Alm sebelum beliau wafat yakni ingin mendirikan sekolah STM yang saat ini berganti nama menjadi SMK dan sebuah Perguruan Tinggi. Tahun 2015, SMK sudah berhasil didirikan dan tepat 23 Tahun setelah beliau wafat, semua yang menjadi impian beliau sudah bisa di wujudkan oleh putra dan putri beliau dalam naungan Pondok Pesantren Ngunut Tulungagung. Perjuangan yang amat tidak singkat dalam melahirkan sebuah Perguruan Tinggi di tengah² pondok pesantren Ngunut. Terutama para dewan pengasuh Pondok Pesantren Ngunut, Para Mu'assis dan tim perintis yang sangat luar biasa dan tak kenal lelah dalam memperjuangkan berdirinya Sekolah Tinggi ini. 2 Tahun lebih dalam proses yang sangat melelahkan ini akhirnya membuahkan hasil dengan keluarnya SK Pendirian. Sekolah Tinggi Agama Islam Muhammad Ali Shodiq (STAI MAS) merupakan sebuah nama yang diberikan untuk Sekolah Tinggi ini. Nama ini diambil dari Nama beliau Almagfurlah KH. Muhammad Ali Shodiq Umman. Meskipun baru saja dirilis sudah ada 75 mahasiswa yang mendaftarkan diri. Hal ini membuktikan tingginya kepercayaan orang tua dan masyarakat dalam menyekolahkan putra putrinya. 
               Optimis, semangat serta do'a dari para pengasuh pondok meyakini kedepannya lembaga ini akan semakin besar. Tentu hal ini dibuktikan dengan kerja kerasnya dari segenap civitas akademika. Abah KH. Fatkhur Rouf Syafi'i diberikan amanah oleh yayasan untuk memimpin STAI MAS ini. Sebagaimana dawuh Abah Ro'uf, keberadaan STAI MAS di kota marmer ini bukan menjadi pesaing Perguruan Tinggi yang sudah ada di kabupaten Tulungagung, melainkan berdirinya STAI MAS ini menjadi partner Perguruan Tinggi yang ada di Tulungagung dan sekitarnya. 6 Program Studi diajukan pada saat awal mendirikan namun saat ini yang sudah di resmikan ada 3 Program Studi yakni PBA, IAT dan MPI. Ketiga program studi yang belum lolos akan di ajukan lagi Insya Allah tahun depan. Seremonial dalam rangka penyerahan SK ini dibuat sangat sederhana namun penuh rasa khidmat. Alunan musik angklung santri SMP Sunan Gunung Jati dan Tim Sholawat pondok menambah meriah kegiatan ini. Banyaknya papan ucapan dari berbagai pihak berjejer di sepanjang jalan menuju lokasi acara. 
                 Pada acara seremonial ini juga dihadiri berbagai elemen masyarakat seperti Tokoh NU, Pengawas PPA, Fatayat Muslimat, Polsek, Para Kyai dan Ibu Nyai pengurus pondok pesantren yang ada di Tulungagung dan sekitarnya, para dosen, partner kerja serta kerabat Pondok Pesantren Ngunut, para guru SMK dan SMA di bawah naungan Pondok Pesantren Ngunut serta calon mahasiswa STAI MAS putra maupun putri. Acara diawali dengan sholawat, menyanyikan lagu Indonesia raya dan Subanul Wathon, pembacaan ayat suci Al-Quran, beberapa sambutan dan diakhiri dengan do'a. Sambutan pertama dari ketua Yayasan Pondok Pesantren Ngunut yakni Abah KH. Ibnu Shodiq Ali, beliau menceritakan sejarah berdirinya yayasan Pondok Pesantren Ngunut sampai berdirinya lembaga Pendidikan Formal hingga Sekolah Tinggi. Beliau juga menceritakan keinginan² Alm Almagfurlah KH.Muhammad Ali Shodiq Umman sebelum beliau wafat. 
                 Sambutan kedua dari Perwakilan Bapak Bupati yang dalam hal di wakili oleh Bapak Sukarji. Beliau berhalangan hadir karena sedang memenuhi undangan dari Ibu Gubernur Jatim yakni Ibu Khofifah. Beliau membacakan isi sambutan Bapak Bupati. Beliau menyambut baik atas didirikannya STAI MAS ini dan beliau berharap keberadaan STAI MAS ini mampu menjadi pelengkap Perguruan Tinggi yang sudah ada dan tak beliau juga tetep menghimbau akan pentingnya tetap menjadi protokol kesehatan. Kemudian dilanjutkan sambutan dari Prof Dr. Amin Suyitno selaku Direktur PTKI Kemenag RI. 
               Prof Amin Suyitno dalam sambutannya selain memberikan pengarahan mengenai hal² apa saja yang harus dilakukan setelah Sekolah Tinggi diresmikan, civitas akademika harus kerja keras dan mempersiapkan langkah selanjutnya untuk proses akreditasi dll. Pesan beliau dalam mengelola sebuah lembaga pendidikan itu harus dari panggilan jiwa para segenap civitas akademika lebih penting dari dirinya sendiri. Kegiatan ini diakhiri dengan penyerahan SK dari Direktur PTKI Kemenag RI kepada Ketua YAyasan Pondok Pesantren Ngunut dan di teruskan diserahkan kepada ketua STAI MAS serta penandatanganan prasasti pendirian STAI MAS dan perpustakaan STAI MAS.
           Semoga kedepannya STAI MAS dapat diberikan kelancaran dan berkembang menjadi Perguruan Tinggi yang unggul di bidang agama Islam berbasis Pesantren, Berorientasi pada Life Skill, serta berdasarkan faham Ahlussunnah Wal Jamaah Annahdliyah. Aamiin Aamiin YRA.

Sabtu, 13 Agustus 2022

Kota - Kota


       Malam Minggu selalu identik dengan malam penuh keromantisan bersama pasangan. Walaupun sejatinya bertemu dengan sang pujaan hati bisa dilakukan di hari lain, namun tetap saja banyak orang yang menyebut malam Minggu sebagai cara untuk mengekspresikan waktu dengan orang tersayang. Malam Minggu merupakan hari untuk istirahat dan refreshing. Banyak orang yang memanfaatkan malam Minggu untuk melepas penat setelah satu Minggu bekerja. Bagi mereka yang masih duduk di bangku sekolah malam Minggu menjadi malam kebebasan. Bebas dari belajar, bebas dari mengerjakan pr, bebas untuk bermain gadget sepuasnya dan tentu bebas dari tidur sore. Bagi mereka yang sudah berkeluarga, malam Minggu digunakan untuk berkumpul dengan keluarga. Bagi para remaja malam Minggu menjadi waktu untuk berkunjung pacar. Tak hayal ketika seseorang sedang tidak mempunyai pasangan alias jomblo malam Minggu menjadi malam yang kelabu. Ketika malam Minggu datang, para jomblo merasa waktu yang menyebalkan. Mau keluar dengan teman, teman² sudah keluar dengan para pasangannya, mau jalan dengan keluarga, keluarga sibuk dengan urusan masing-masing. Menikmati malam Minggu di rumah dengan berbagai kegiatan seperti membaca novel, nonton film menjadi solusi yang tepat bagi para jomblo.
              Banyak sekali kegiatan yang di lakukan pada malam Minggu seperti nonton film di bioskop, ada yang makan malam, berlibur di tempat wisata atau hanya sekedar berjalan-jalan keliling kota pada malam hari. Di tempat wisata dan tempat hiburan harga yang di patok pada malam Minggu relatif lebih mahal dibandingkan dengan hari² efektif. Mereka memperkirakan pada malam Minggu, tingkat pengunjung yang datang mengalami jumlah kenaikan. 
            Istilah kota-kota ini berawal dari kegiatan waktu KKN dulu. Malam Minggu manjadi malam yang paling di tunggu bagi semua anggota KKN Kalidawe 2. Selain di hari ini kita terlepas dari semua jadwal kegiatan, kecuali masak dan bersih-bersih ya. Bagi anggota posko kami malam Minggu menjadi hari spesial. Spesial dalam arti menu makanan yang di sajikan di hari² biasa kami hanya makan dengan lauk sayur, tahu tempe dan kerupuk namun pada malam Minggu ada menu perbaikan gizi, jadi menu yang ada selalu di tambahkan dengan telur atau berbagai jenis ikan. Letak posko yang jauh dari pusat kota membawa kenangan tersendiri bagi kami. Pada malam Minggu, kami selalu pergi ke sebuah desa yang menjadi kotanya Kecamatan Pucanglaban. Dari sinilah istilah " Kota-kota " berawal. Bisa di pastikan selama menjalani program KKN, setiap malam Minggu, banyak anggota posko yang selalu pergi kota-kota.
           Membeli bahan kebutuhan sehari-hari menjadi tujuan utama kami atau hanya sekedar jalan-jalan malam untuk untuk menikmati emangkok mie ayam dan berbagai jenis gorengan. Di desa tempat kami menjalani program ini memang sangat sedikit orang yang menjual kebutuhan sehari-hari secara lengkap begitupun dengan para penjual makanan siap saji yang masih sangat jarang. Jarak yang kami tempuh untuk kota² sekitar 8 sampai 9 km dengan melewati hutan belantara dan kondisi jalan yang terjal.

Jumat, 12 Agustus 2022

Rumah Kecil Sejuta Kenangan


                        Di tengah hiruk pikuk masyarakat yang sedang memeriahkan dan mempersiapkan kemeriahan HUT RI ke 77, malam ini saya diingatkan oleh salah satu postingan di media sosial tentang rumah kecil sejuta kenangan ini. Rumah ini menjadi salah satu saksi bisu 6 tahun lalu dalam mewujudkan salah satu Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu pengabdian kepada masyarakat atau yang biasa kita kenal dengan istilah KKN. KKN menjadi momok terbesar bagi saya selama menjalani masa perkuliahan. 45 hari menjalani program ini jauh dari orang tua. Pertama kalinya dalam seumur hidup saya hidup berjauhan dari kedua orang tua. Begitupun juga kedua orang tua saya terutama ibuk, bahkan sebelum saya berangkat sempat berkata " Andaikan KKN iku Iso diganti Karo kegiatan liyo pasti awakmu tak kon milih kegiatan selain KKN". Masih sangat jelas ketika saya pamit berangkat ibuk sempat meneteskan air mata, tapi mau bagaimana pun program ini harus tetap saya jalankan.
          Posko KKN yang berada di desa Kalidawe yang merupakan sebuah desa  paling selatan kecamatan Pucanglaban Tulungagung menjadi kenangan tersendiri bagi kami. Satu posko yang terdiri dari 18 orang, 13 perempuan dan 5 Laki-laki. 
18 orang dari berbagai jurusan yang berbeda di satukan untuk mencapai visi yang sama. Perbedaan karakter, cara pandang dan latar belakang menjadi tantangan tersendiri bagi setiap individu yang menjalaninya. Terkadang kami harus mampu meredam ego masing-masing demi terwujudnya semua tujuan yang telah di rancang dari awal. Bagi seorang mahasiswa masa KKN merupakan masa yang paling menyenangkan dan membahagiakan hal ini saya benarkan. Begitu banyak manfaat yang di dapat dari KKN. Salah satunya adalah mengetahui secara langsung potensi yang ada di desa tempat KKN. Bagi ku KKN memberikan banyak ilmu dan pelajaran hidup. Perjuangan seorang anak untuk bisa mendapatkan pendidikan yang layak,  perjuangan seorang guru dalam mendidik anak-anak di desa ini dan satu hal yang sampai sekarang masih saya ingat perjuangan seorang ibu dalam merawat buah hatinya yang dalam kondisi keterbelakangan mental. Di usia yang sudah renta ibu ini harus tetap bertahan mencari nafkah untuk mencukupi keluarga nya. Hidup dengan 2 anaknya yang satu sudah menikah dan mempunyai 2 anak dan satunya dengan kondisi yang memprihatinkan, sang suami sudah meninggal 2 tahun silam. 
            Banyak kisah, cerita dan kebersamaan serta kekompakan dalam kegiatan KKN ini. Saya yang sebelum kegiatan ini bisa dibilang jarang banget menyentuh dapur dalam artian memasak yang memang dikarenakan tidak bisa, namun dalam kegiatan ini bisa tidak bisa harus bareng² mengerjakan pekerjaan rumah. Sistem penjadwalan dilakukan di posko kami, mulai memasak bagi perempuan, bersih²,mengajar di TPQ,  mengajar les, mengajar di TK dan SD sampai penjadwalan ke Balai Desa untuk membantu pemerintahan desa. Pernah suatu ketika, waktu saya dan satu teman saya yang bernama Faizah sedang jadwalnya memasak untuk sarapan. Menu yang kami pilih kala itu sayur sop dengan lauk tahu tempe plus kerupuk. Menurut saya takaran garam yang saya masuk kan itu dikit, namun setelah dicicipi ternyata kebanyakan alias keasinan. Teman² yang lain pada bilang bahwa masakan saya keasinan tapi tetap mereka makan kok. Dari banyaknya teman hanya satu teman laki-laki yang bilang katanya masakan saya itu rasanya pas. Tahun lalu saya baru menyadari bahwa laki-laki itu ternyata yang saat ini menjadi Imam saya😃. Sungguh Skenario Allah itu di atas segalanya. Banyak sekali kenangan² indah akan makna sebuah kebersamaan yang terukit indah di dalam rumah kecil nan sederhana ini. 
                   

Rabu, 10 Agustus 2022

Peringatan HUT RI ke 77

             

   Peringatan HUT RI ke 77 ini terasa lebih meriah dibandingkan dengan 2 tahun silam. Adanya virus covid 19 memaksa masyarakat untuk tidak melakukan serangkaian aktifitas yang mengundang banyak orang. Penurunan angka covid 19 yang ada di Kabupaten Tulungagung menjadi angin segar bagi masyarakat untuk melakukan aktivitas yang mengundang banyak orang tetapi tetap mematuhi protokol kesehatan. Kemeriahan Peringatan HUT RI yang ke 77 terasa lebih meriah yang berbarengan dengan peringatan Tahun Baru Hijriyah. Banyak instansi² baik instansi pendidikan, instansi pemerintahan maupun swasta yang mengadakan serangkaian kegiatan guna memperingati 2 hari besar tersebut, seperti pawai, jalan sehat, pasar malam, stand maupun kegiatan lainnya. 
         Pemerintah desa Wates, Kecamatan Sumbergempol Tulungagung juga ikut memeriahkan peringatan HUT RI ini dengan mengadakan serangkaian bazar dan pasar malam yang diikuti oleh beberapa Rukun Warga, Lembaga Pendidikan yang ada di Desa Wates baik Negeri maupun Swasta dan segenap elemen masyarakat lainnya yang bersedia ikut serta dalam kegiatan tersebut. SMK Al Khoiriyah tempat saya mengabdi ikut serta dalam memeriahkan kegiatan tersebut. Pertama kali bagi sekolah kami mengikuti kegiatan bazar di luar lingkungan yayasan, tentu hal ini memberikan suatu tantangan tersendiri bagi kami. Waktu yang relatif singkat membuat kami harus bekerja ekstra untuk mempersiapkan semuanya. 
              Kerja keras dari berbagai pihak sangat dibutuhkan guna mensukseskan agenda ini. Bapak kepala memberikan pengarahan agar produk di semua jurusan bisa di pamerkan di acara bazar. Selain memenuhi undangan pemerintah desa untuk memeriahkan HUT RI, tujuan di adakannya stand bazar atas nama SMK ini agar SMK Al Khoiriyah ini dikenal oleh masyarakat luas. Mendengar arahan dari Bapak Kepala, seketika kepala saya langsung merasakan pening. Mengemban amanah sebagai seorang kepala jurusan tentu tidaklah mudah, apa saja strategi dan gagasan agar Jurusan yang pegang menjadi jurusan yang terfavorit. Ruang lingkup jurusan Perbankan Syariah yang bergerak di bidang jasa membuat saya dan teman² guru produktif serta anak² bingung mau memamerkan apa ya di kegiatan bazar ini. Berbeda dengan 2 jurusan lain yang ada di SMK yang memang output dari 2 jurusan tersebut bisa langsung bisa di lihat. Seharian bergelut dengan fikiran masing², ketemulah ide untuk memamerkan hasil karya kewirausahaan anak². Beberapa karya alumni yang sudah ada di sekolah kami memilih untuk menjadikan karya berupa mahar yang berasal dari uang palsu. Karya ini kami pilih atas dasar, saat ini salah satu karya yang lagi populer itu karya mahar dan souvernir. Orang menikah selalu identik dengan sebuah mahar. 
             Di kabupaten Tulungagung tingkat konsumsi karya mahar mengalami  perkembangan yang cukup pesat terlebih. Hal ini apabila di terjuni lebih mendalam bisa dijadikan sebagai mata pencaharian. Jumlah karya alumni yang tinggal beberapa saja, saya memberikan tantangan kepada anak² untuk membuat karya dengan kreativitas dan inovasi nya masing² dalam waktu 5 hari. Modal untuk membeli bahan pun semua nya saya serahkan ke pada mereka masing-masing. Saya membebaskan mereka dalam pembuatan karya, tidak berfokus pada karya mahar saja tetapi apa saja karya yang saat ini lagi banyak sekali peminatnya seperti buket dll. Saya mencoba melatih mereka untuk selalu tanggap mengerjakan tugas yang telah diberikan pada waktu yang sangat singkat. Apapun hasilnya tidak ada yang salah dan gagal dalam mengerjakan hanya saja, bagi mereka yang tidak serius hasil yang di dapatkan menjadi kurang tepat. 
                 Antusias anak² sangatlah tinggi dalam pembuatan karya ini. Setiap hari saya memantau sudah sampai mana karya yang dibuat, sedangkan waktu untuk membuat sudah semakin berkurang. Pembuatan karya ini tidak semata-mata untuk mengikuti bazar dalam peringatan HUT RI saja namun dalam jangka panjang apabila mereka mau serius dalam menerjuni bidang ini akan bisa di jadikan sebagai lahan untuk mencari penghasilan. Output jurusan Perbankan Syariah selain mempunyai skill dalam public speaking dan pengelolaan keuangan, juga mempunyai kemampuan berwirausaha. Ketika setelah lulus mereka tidak melanjutkan ke Jenjang Perguruan Tinggi atau masih bingung mencari pekerjaan, mereka bisa menggunakan ide kreatifnya untuk membuka suatu usaha. 5 hari berjalan karya sudah selesai, hasil yang di dapatkan lumayan bagus. Beberapa masukan saya dan teman² guru lainnya di berikan agar kedepannya mereka bisa lebih kreatif lagi dalam pembuatan karya maupun dalam mengerjakan suatu tugas dalam waktu yang sangat singkat.
              

Selasa, 09 Agustus 2022

The First Publications Journal


              Tahun 2020 menjadi tahun yang bersejarah di dalam kehidupan saya. Di tahun dengan angka kembar ini untuk kali keduanya saya bisa kembali memakai toga. Harapan untuk bisa menjadi seorang Magister Ekonomi benar-benar menjadi kenyataan. Di tengah suka cita masyarakat di belahan dunia dengan hadirnya wabah covid 19. Adanya pandemi ini memberikan begitu banyak sekali dampak baik positif maupun negatif. Terselesainya studi ini dengan tepat waktu menjadi salah satu dampak positif adanya wabah covid 19. 
Bagi sebagian mahasiswa tingkat akhir adanya wabah covid ini memberikan dampak negatif. Banyak sekali kegiatan yang bisa di lakukan secara langsung dengan tatap muka, terpaksa harus di tiadakan. Sebagai upaya memutus mata rantai wabah covid ini. Seperti kegiatan riset yang dilakukan oleh mahasiswa tingkat akhir. Bagi mereka yang menggunakan metode riset lapangan pasti mengalami banyak sekali kendala untuk memperoleh data. Allah memberikan suatu penyakit itu mesti ada obatnya. Begitupun dengan adanya wabah ini bukan berarti mahasiswa gagal total dalam melakukan riset nya. 
              Kecanggihan teknologi yang semakin hari semakin berkembang menjadi salah satu solusi bagi para mahasiswa dalam memperoleh data. 
Walaupun secara langsung saya tidak mengalami kendala dalam memperoleh data namun dalam kegiatan untuk proses penyelesaian tugas ini juga mengalami banyak perubahan. Seperti untuk bimbingan kepada dosen pembimbing hanya dapat di lakukan melalui zoom atau video call. 
              Pada bulan juni 2020 dengan segala jerih payah tugas akhir mampu saya lakukan. Tepat pada tanggal 26 Juni 2020 ujian bisa saya jalani. Melalui media video call ujian dapat berjalan dengan lancar dan khidmat. Beberapa jam setelah berlangsung nya ujian, saya kembali di hubungi oleh pembimbing satu yaitu Bapak Dr. Agus Eko Sujianto, S.E., MM beliau meminta saya di mintai tolong untuk mengabari kedua teman saya yang satu pembimbing dengan beliau untuk diadakan sharring tentang publikasi karya ilmiah jurnal. Sharring pun terlaksana di hari yang sama. Beliau mengarahkan dan membimbing kami bertiga untuk melakukan publikasi karya ilmiah berupa jurnal. Beliau memberikan opsi kepada kami untuk memilih publikasi jurnal internasional maupun jurnal dalam negeri yang terpenting secara financial tidak memberatkan di kami. Setelah adanya kesepakatan kami bertiga sepakat untuk publikasi jurnal di jurnal Internasional Romania. Beliau memberikan wawasan kepada kami akan pentingnya publikasi jurnal bagi para alumni. 
Salah satu pesan yang di berikan oleh beliau " Kualitas alumni setelau lulus itu bisa dilihat dari sebuah karya yang di hasilkan, kreatifitas serta inovasi sesuai dengan bidang keilmuan masing-masing. Kualitas sebuah karya yang di publikasikan inilah yang menjadi jaminan seorang alumni memiliki kapasitas dan kapabilitas dengan alumni. 
             Pak Agus menawarkan kepada kami bertiga siapa yang siap jurnalnya di publikasikan bulan ini dimana waktu yang tersedia untuk mengerjakan jurnal tersisa 2 hari saja. Pada saat itu, seketika saya diam tidak berani menjawab tawaran dari dosen pembimbing. Bagi saya mengerjakan karya ilmiah jurnal merupakan pengalaman yang pertama. Salah satu teman saya meng iyakan tawaran publikasi jurnal pada bulan ini. Tersisa 2 orang yang belum mempublikasikan jurnal termasuk diantaranya saya. Dua orang yang tersisa ini bisa mempublikasikan jurnal pada bulan Agustus dan September. Saya memilih bulan September sebagai bulan untuk mempublikasikan karya ilmiah saya. Waktu dua bulan saya rasa cukup untuk belajar membuat karya ilmiah ini apalagi menjadi tantangan bahwa karya pertama langsung dipublikasikan Internasional.
         Pertengahan bulan Agustus dospem menanyakan kepada sudah sampai mana dalam mengerjakan jurnalnya, saya menjawab sudah hampir selesai dan saya bilang dia hari setelah ini saya kirimkan ke beliau melalui email. Mendengar jawaban saya, dospem menawarkan bagaimana kalau publikasinya tidak di Romania melainkan di India. Saya menjawab iya tidak apa² jurnalnya di publikasikan di India. 2 hari kemudian beliau mengabarkan ke saya tentang biaya untuk publikasi ilmiah tersebut sebesar 100 EURO dan menyerahkan ke saya untuk melakukan pembayaran via transfer dg no rekening sesuai dengan yang beliau berikan. 
              Ke esokan harinya saya datang ke bank BSM yang kala itu masih belum berubah nama menjadi BSI setelah bertanya² ke CS total biaya yang saya keluarkan lumayan besar di saat yang sama Pak Agus telp menanyakan melalui bank mana saya transfer. Beliau mengarahkan ke saya untuk mencoba mentransfer melalui western union di kantor pos atau di bank BNI sedangkan waktu transfer hanya diberikan waktu selama 2 hari. Transfer melalui western union ternyata tidak bisa dilakukan di hari itu karena sedang trouble akhirnya saya datang ke bank BNI dan Alhamdulillah bisa dan lancar transfer saat itu juga. Biaya yang harus saya keluarkan pun juga lebih murah dibandingkan dengan bank BSM maupun melalui pos. Pengalaman ini sungguh menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi saya tidak hanya dalam pembuatan karya ilmiah tetapi juga pada transaksi ke Luar Negeri.

Senin, 08 Agustus 2022

Momen Tanggal cantik


                      Pesatnya perkembangan IPTEK memberikan begitu banyak perubahan pada beberapa sektor kehidupan masyarakat. Sesuatu hal dapat dengan mudah di dapatkan hanya dg melalui gadget. Namun hal ini tentu memberikan suatu dampak baik positif maupun negatif tergantung pada setiap individu masing-masing. Sektor ekonomi menjadi salah satu sektor yang mengalamai banyak perubahan dari adanya Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Teknologi digital menjadi sumber profit utama dalam perekonomian di era digital. Ekonomi digital di rasa mampu mendukung aktivitas ekonomi yang sudah ada saat ini yang nantinya di percaya mampu mendorong pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Produk - produk lokal diharapkan dapat memasuki pasar global melalui pemanfaatan teknologi digital ini. 
                 Pemanfaatan internet di dalam aktivitas ekonomi seperti penjualan, pembelian, pemasaran produk baik barang maupun jasa sekarang ini dikenal dengan istilah E-commerce. Banyak sekali kemudahan yang diberikan dan  di tawarkan melalui sistem E-commerce ini. Transaksi jual beli dapat tetap dilakukan meskipun tidak bertemu secara langsung. Begitupun para penjual tidak memerlukan tempat atau lapak untuk menjajakan barang dagangannya. Bagi para pebisnis pemula sistem E-commerce ini di rasa sebagai sistem yang paling memudahkan untuk memasarkan dan mengembangkan bisnisnya. Modal yang dikeluarkan juga relatif tidak banyak. 
                 Berbelanja secara online dianggap lebih praktis dibandingkan dengan berbelanja secara konvensional di toko retail. Penjual dan pembeli dapat melakukan transaksi di mana saja dan kapan saja. Para pembeli juga dapat memperoleh informasi tentang produk yang di butuhkan dengan cepat. Ketika barang yang di cari sudah tersedia dan sesuai dengan apa yang diinginkan, pembeli dapat melakukan pembayaran dengan cara transfer baik di bank maupun di minimarket dan bisa juga menggunakan sistem COD (Cash On Delivery) di mana pembayaran dilakukan ketika barang sudah sampai. 
                Fenomena tanggal cantik digunakan para pelaku bisnis untuk meningkatkan omset penjualannya dengan memberikan diskon besar-besaran, gratis ongkos kirim maupun vocher belanja. Tak hayal masyakarat banyak yang mengincar dan memanfaatkan momen tanggal cantik ini untuk melakukan belanja yang sebanyak-banyaknya. Moment tanggal cantik ini tidak hanya di lakukan oleh pebisnis yang menggunakan sistem E-commerce saja tetapi di toko-toko retail pun juga melakukan strategi yang sama walaupun realita nya masyarakat cenderung memilih menggunakan sistem E-commerce. Pada momen tanggal cantik ini Masyarakat rela menunggu pukul 00.00 untuk mendapatkan barang yang diinginkan dengan harga yang murah.  Sepanjang 24 jam, masyarakat tiada henti dimanjakan dengan banyaknya promo yang menguntungkan. Banyak masyarakat yang menghabiskan banyak budget yang dimiliki untuk berbelanja pada momen tanggal cantik ini.

Sabtu, 06 Agustus 2022

Buku Ajar Perbankan Syariah SMK : Antara Cita dan Realita


                Awal tahun 2019 menjadi tahun bersejarah bagi saya, di mana cita-cita saya sejak kecil untuk menjadi seorang tenaga pendidik bisa terwujud. Dua tahun menjadi seorang staf di balik layar, istilah yang saya gunakan untuk menyebutkan staf Tata Usaha di sekolah memberikan pengalaman dan ilmu yang sangat berarti dan berharga bagi perjalanan karier saya. Januari 2019 saya resmi resign dari SMP Islam Al Azhaar Tulungagung, saya mendapatkan tawaran dari kawan lama saya untuk bergabung di Yayasan keluarganya di mana kala itu Jenjang SMK sedang membutuhkan seorang guru. Awalnya saya agag ragu untuk kembali melamar pekerjaan tersebut, saya mengalami problematika tentang pembagian waktu saya nanti. Keputusan saya berhenti dari pekerjaan sebelumnya itu tak luput dari keinginan saya untuk fokus pada study magister yang sedang saya jalani kala itu. 
             Berbagai pertanyaan saya lontarkan ke kawan lama saya, terlebih tentang kondisi saya saat itu. Rasa bimbang menghantui saya kala itu, di satu sisi saya merasa tertarik akan tawarab tersebut namun di sisi lain bayangan masa lalu kembali menghantui saya. Rasa ketidak percayaan diri akan kemammpuan diri saya dalam membagi waktu antara pekerjaan dan study dan pada akhirnya salah satu harus menjadi korban. Satu bulan saya bergelut dengan fikiran ambigu saya, setelah meminta pertimbangan dari orang tua dan keluarga saya memantapkan hati untuk meng iyakan tawaran tersebut. Saya buat surat lamaran dan segala sesuatu yang berkaitan dengan proses masuk saya di dalam yayasan pendidikan tersebut.  Saya kirimkan semua berkas lewat jasa pengiriman pos. 
Semangat saya dalam mengamalkan ilmu kembali membara, apalagi di SMK tersebut terdapat jurusan Perbankan Syariah yang selinier dengan study yang saya tempuh di tengkat Strata Satu maupun Dua. Besar pula harapan saya untuk di terima di yayasan tersebut agar apapun yang saya pelajari di bangku perkuliahan ini bisa langsung amalkan buat anak didik saya. Pengalaman dan ilmu saya peroleh dalam bekerja menjadi staf Tata Usaha bisa saya aplikasikan di dalam Jurusan Perbankan Syariah terutama yang berkaitan dengan keuangan dan administrasi. Saya menginginkan agar anak didik saya nanti bisa lulus dengan memiliki keterampilan dan pengetahuan yang luas, memiliki mental siap dalam menghadapi dunia kerja. 
            Dua minggu setelah berkas saya kirimkan, pagi hari saya mendapatkan telp dari Bapak H. Manan yang merupakan MSDM Yayasan Al Khoiriyah dan memberikan informasi bahwa saya di mohon untuk datang di yayasan keesokan hari. Singkat cerita setelah melalui interviw singkat dengan para petinggi yayasan saya di nyatakan lolos bergabung di Yayasan tersebut dan di masuk kan pada jenjang SMK untuk menjadi guru produktif perbankan syariah. Tanpa menunggu lama keesokan harinya, saya sudah mulai aktif dalam mengamalkan ilmu yang telah saya miliki. Bu Linda selaku waka kurikulum memberikan saya jadwal pengajar beserta mata pelajaran yang saya ampu. Pada semester genap ini saya di berikan amanah untuk mengajar mata pelajaran Akuntansi Perbankan Syariah dan juga Ekonomi Makro. 
Bagi saya, mengajar dua mata pelajaran ini menjadi tantangan tersendiri. Apalagi pertama kali menjadi seorang pendidik, tentu pengalaman saya dalam mengajar masih sangatlah minim. Berbagai referensi metode mengajar saya pelajari agar saya mampu untuk menjadi seorang pendidik yang disenangi oleh anak didiknya. Bu Uswatun selaku senior saya dalam mengajar produktif Perbankan Syariah, saya mintai arahan tentang Lembar Kerja Siswa dan buku referensi yang di pakai di sekolah ini. Namun informasi yang saya terima jauh dari angan-angan dan gambaran saya. Dimana selama ini untuk jurusan perbankan syariah sangatlah minim buku LKS dan Buku Paket. Memang sekolah tempat saya mengamalkan ilmu ini masih tergolong sekolah rintisan. 
                 Guru Produktif yang mengajar di Jurusan PS ini, mencari materi sendiri tanpa adanya buku LKS maupun buku paket yang menjadi pegangan dalam mengajar. Melihat kondisi ini muncuk keinginan saya untuk membuat buku pembelajaran produktif perbankan syariah bagi anak-anak SMK. Walaupun untuk mewujudkan keinginan tersebut tidak semudah membalikkan telapak tangan. Saya berusaha untuk membuatkan resuman dari berbagai referensi yang ada tentang materi yang akan saya ajarkan. Selain itu, saya gunakan waktu pada saat kuliah Strata dua untuk mempelajari dan menelaah lebih jauh tentang dunia perbanka  syariah. Tak hayal kalau ada waktu yang memungkinkan saya meminta arahan dari Bapak ibu dosen. 
Enam bulan saya mengajar di SMK, tepatnya pada tahun ajaran baru 2019/2020 saya ditugaskan oleh Bapak Kepala Sekolah untuk mengikuti Pelatihan pengembangan Kurikulum SMK di kota Pahlawan. Pelatihan ini bagi saya sangat berkesan banget bukan hanya ilmu yang saya peroleh selama jalannya pelatihan, namun juga relasi yang saya dapatkan. Saya mulai mengenal para senior pendidik di dunia perbankan dan perbankan syariah tingkat Jawa Timur. Saya berusaha untuk membangun relasi yang sebaik mungkin dengan para senior.  Berawal dari pelatihan ini saya juga di masuk kan di dalam group MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran) Perbankan Syariah tingkat Jawa Timur. Di mana salah satu kegiatan di MGMP ini yaitu adanya penyusunan buku LKS untuk Jurusan Perbankan Syariah di wilayah Jawa Timur. 
              Kegiatan rutin MGMP saya berusaha untuk menghadirinya walaupun terkadang saya mengeluarkan budget sendiri karena memang di sekolah swasta dan rintisan seperti sekolah tempat saya mengajar ini anggaran masih sangatlah minim. Kali kedua saya mengkuti pertemuan rutin MGMP tepatnya di SMKN I Madiun, di sana kami para tenaga pendidik produktif di bagi dalam beberapa kelompok dimana pada setiap kelompok tersebut di berikan amanah untuk membuat materi manuskrip sesuai dengan  mata pelajaran yang telah di bagi oleh pengurus yang selanjutnya akan di teruskan untuk proses pembuatan LKS jurusan PS. Semangat saya kembali membara kala masuk di dalam kelompok pembuatan tersebut. Saya kerjakan secara maksimal mungkin amanah besar ini. Deadline telah di tentukan oleh pengurus agar buku LKS ini cepat selesai dan segera mungkin dapat dijadikan acuan dalam mengajar. Saya berusaha mungkin untuk tepat waktu dalam mengumpulkan manuskrip bahkan belum batas waktu terakhir pengumpulan saya sudah berhasil menyelesaikan amanah tersebut. 
           Harapan saya ini menjadi langkah awal bagi anak untuk memiliki buku acuan belajar di jurusan PS dan menjadi program jangka pendek saya dalam mewujudkan buku pembelajaran. Tak hanya itu saja keinginan jangka panjang untuk bisa mewujudkan buku pembelajaran secara single tetap menjadi program jangka panjang. Namun apalah artinya keinginan yang kuat tanpa adanya sebuah realisasi untuk mewujudkannya. Masalah klasik menjadi problem terbesar saya dalam mewujudkan itu semua. Hari berganti hari,minggu berganti minggu dan bulan berganti bulan yang sampai pada rencana pertemuan rutin gagal dilaksanakan karena adanya wabah virus covid 19, tindak lanjut dari pembuatan buku LKS itupun juga masih belum ada kepastian. Adanya kondisi seperti itu, saya berisiniatif mewujudkan keinginan saya dalam menyelesaikan buku namun sampai tulisan ini saya tulis dari 12 Bab yang ada sesuai dengan acuan Standar Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar masih 6 Bab yang mampu saya selesaikan untuk satu mata pelajaran. Kegiatan belajar mengajarpun selama 1,5 tahun ini saya tunjang dengan resuman materi pada setiap babnya.