Tahun 2020 menjadi tahun yang bersejarah di dalam kehidupan saya. Di tahun dengan angka kembar ini untuk kali keduanya saya bisa kembali memakai toga. Harapan untuk bisa menjadi seorang Magister Ekonomi benar-benar menjadi kenyataan. Di tengah suka cita masyarakat di belahan dunia dengan hadirnya wabah covid 19. Adanya pandemi ini memberikan begitu banyak sekali dampak baik positif maupun negatif. Terselesainya studi ini dengan tepat waktu menjadi salah satu dampak positif adanya wabah covid 19.
Bagi sebagian mahasiswa tingkat akhir adanya wabah covid ini memberikan dampak negatif. Banyak sekali kegiatan yang bisa di lakukan secara langsung dengan tatap muka, terpaksa harus di tiadakan. Sebagai upaya memutus mata rantai wabah covid ini. Seperti kegiatan riset yang dilakukan oleh mahasiswa tingkat akhir. Bagi mereka yang menggunakan metode riset lapangan pasti mengalami banyak sekali kendala untuk memperoleh data. Allah memberikan suatu penyakit itu mesti ada obatnya. Begitupun dengan adanya wabah ini bukan berarti mahasiswa gagal total dalam melakukan riset nya.
Kecanggihan teknologi yang semakin hari semakin berkembang menjadi salah satu solusi bagi para mahasiswa dalam memperoleh data.
Walaupun secara langsung saya tidak mengalami kendala dalam memperoleh data namun dalam kegiatan untuk proses penyelesaian tugas ini juga mengalami banyak perubahan. Seperti untuk bimbingan kepada dosen pembimbing hanya dapat di lakukan melalui zoom atau video call.
Pada bulan juni 2020 dengan segala jerih payah tugas akhir mampu saya lakukan. Tepat pada tanggal 26 Juni 2020 ujian bisa saya jalani. Melalui media video call ujian dapat berjalan dengan lancar dan khidmat. Beberapa jam setelah berlangsung nya ujian, saya kembali di hubungi oleh pembimbing satu yaitu Bapak Dr. Agus Eko Sujianto, S.E., MM beliau meminta saya di mintai tolong untuk mengabari kedua teman saya yang satu pembimbing dengan beliau untuk diadakan sharring tentang publikasi karya ilmiah jurnal. Sharring pun terlaksana di hari yang sama. Beliau mengarahkan dan membimbing kami bertiga untuk melakukan publikasi karya ilmiah berupa jurnal. Beliau memberikan opsi kepada kami untuk memilih publikasi jurnal internasional maupun jurnal dalam negeri yang terpenting secara financial tidak memberatkan di kami. Setelah adanya kesepakatan kami bertiga sepakat untuk publikasi jurnal di jurnal Internasional Romania. Beliau memberikan wawasan kepada kami akan pentingnya publikasi jurnal bagi para alumni.
Salah satu pesan yang di berikan oleh beliau " Kualitas alumni setelau lulus itu bisa dilihat dari sebuah karya yang di hasilkan, kreatifitas serta inovasi sesuai dengan bidang keilmuan masing-masing. Kualitas sebuah karya yang di publikasikan inilah yang menjadi jaminan seorang alumni memiliki kapasitas dan kapabilitas dengan alumni.
Pak Agus menawarkan kepada kami bertiga siapa yang siap jurnalnya di publikasikan bulan ini dimana waktu yang tersedia untuk mengerjakan jurnal tersisa 2 hari saja. Pada saat itu, seketika saya diam tidak berani menjawab tawaran dari dosen pembimbing. Bagi saya mengerjakan karya ilmiah jurnal merupakan pengalaman yang pertama. Salah satu teman saya meng iyakan tawaran publikasi jurnal pada bulan ini. Tersisa 2 orang yang belum mempublikasikan jurnal termasuk diantaranya saya. Dua orang yang tersisa ini bisa mempublikasikan jurnal pada bulan Agustus dan September. Saya memilih bulan September sebagai bulan untuk mempublikasikan karya ilmiah saya. Waktu dua bulan saya rasa cukup untuk belajar membuat karya ilmiah ini apalagi menjadi tantangan bahwa karya pertama langsung dipublikasikan Internasional.
Pertengahan bulan Agustus dospem menanyakan kepada sudah sampai mana dalam mengerjakan jurnalnya, saya menjawab sudah hampir selesai dan saya bilang dia hari setelah ini saya kirimkan ke beliau melalui email. Mendengar jawaban saya, dospem menawarkan bagaimana kalau publikasinya tidak di Romania melainkan di India. Saya menjawab iya tidak apa² jurnalnya di publikasikan di India. 2 hari kemudian beliau mengabarkan ke saya tentang biaya untuk publikasi ilmiah tersebut sebesar 100 EURO dan menyerahkan ke saya untuk melakukan pembayaran via transfer dg no rekening sesuai dengan yang beliau berikan.
Ke esokan harinya saya datang ke bank BSM yang kala itu masih belum berubah nama menjadi BSI setelah bertanya² ke CS total biaya yang saya keluarkan lumayan besar di saat yang sama Pak Agus telp menanyakan melalui bank mana saya transfer. Beliau mengarahkan ke saya untuk mencoba mentransfer melalui western union di kantor pos atau di bank BNI sedangkan waktu transfer hanya diberikan waktu selama 2 hari. Transfer melalui western union ternyata tidak bisa dilakukan di hari itu karena sedang trouble akhirnya saya datang ke bank BNI dan Alhamdulillah bisa dan lancar transfer saat itu juga. Biaya yang harus saya keluarkan pun juga lebih murah dibandingkan dengan bank BSM maupun melalui pos. Pengalaman ini sungguh menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi saya tidak hanya dalam pembuatan karya ilmiah tetapi juga pada transaksi ke Luar Negeri.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar