Rabu, 10 Agustus 2022

Peringatan HUT RI ke 77

             

   Peringatan HUT RI ke 77 ini terasa lebih meriah dibandingkan dengan 2 tahun silam. Adanya virus covid 19 memaksa masyarakat untuk tidak melakukan serangkaian aktifitas yang mengundang banyak orang. Penurunan angka covid 19 yang ada di Kabupaten Tulungagung menjadi angin segar bagi masyarakat untuk melakukan aktivitas yang mengundang banyak orang tetapi tetap mematuhi protokol kesehatan. Kemeriahan Peringatan HUT RI yang ke 77 terasa lebih meriah yang berbarengan dengan peringatan Tahun Baru Hijriyah. Banyak instansi² baik instansi pendidikan, instansi pemerintahan maupun swasta yang mengadakan serangkaian kegiatan guna memperingati 2 hari besar tersebut, seperti pawai, jalan sehat, pasar malam, stand maupun kegiatan lainnya. 
         Pemerintah desa Wates, Kecamatan Sumbergempol Tulungagung juga ikut memeriahkan peringatan HUT RI ini dengan mengadakan serangkaian bazar dan pasar malam yang diikuti oleh beberapa Rukun Warga, Lembaga Pendidikan yang ada di Desa Wates baik Negeri maupun Swasta dan segenap elemen masyarakat lainnya yang bersedia ikut serta dalam kegiatan tersebut. SMK Al Khoiriyah tempat saya mengabdi ikut serta dalam memeriahkan kegiatan tersebut. Pertama kali bagi sekolah kami mengikuti kegiatan bazar di luar lingkungan yayasan, tentu hal ini memberikan suatu tantangan tersendiri bagi kami. Waktu yang relatif singkat membuat kami harus bekerja ekstra untuk mempersiapkan semuanya. 
              Kerja keras dari berbagai pihak sangat dibutuhkan guna mensukseskan agenda ini. Bapak kepala memberikan pengarahan agar produk di semua jurusan bisa di pamerkan di acara bazar. Selain memenuhi undangan pemerintah desa untuk memeriahkan HUT RI, tujuan di adakannya stand bazar atas nama SMK ini agar SMK Al Khoiriyah ini dikenal oleh masyarakat luas. Mendengar arahan dari Bapak Kepala, seketika kepala saya langsung merasakan pening. Mengemban amanah sebagai seorang kepala jurusan tentu tidaklah mudah, apa saja strategi dan gagasan agar Jurusan yang pegang menjadi jurusan yang terfavorit. Ruang lingkup jurusan Perbankan Syariah yang bergerak di bidang jasa membuat saya dan teman² guru produktif serta anak² bingung mau memamerkan apa ya di kegiatan bazar ini. Berbeda dengan 2 jurusan lain yang ada di SMK yang memang output dari 2 jurusan tersebut bisa langsung bisa di lihat. Seharian bergelut dengan fikiran masing², ketemulah ide untuk memamerkan hasil karya kewirausahaan anak². Beberapa karya alumni yang sudah ada di sekolah kami memilih untuk menjadikan karya berupa mahar yang berasal dari uang palsu. Karya ini kami pilih atas dasar, saat ini salah satu karya yang lagi populer itu karya mahar dan souvernir. Orang menikah selalu identik dengan sebuah mahar. 
             Di kabupaten Tulungagung tingkat konsumsi karya mahar mengalami  perkembangan yang cukup pesat terlebih. Hal ini apabila di terjuni lebih mendalam bisa dijadikan sebagai mata pencaharian. Jumlah karya alumni yang tinggal beberapa saja, saya memberikan tantangan kepada anak² untuk membuat karya dengan kreativitas dan inovasi nya masing² dalam waktu 5 hari. Modal untuk membeli bahan pun semua nya saya serahkan ke pada mereka masing-masing. Saya membebaskan mereka dalam pembuatan karya, tidak berfokus pada karya mahar saja tetapi apa saja karya yang saat ini lagi banyak sekali peminatnya seperti buket dll. Saya mencoba melatih mereka untuk selalu tanggap mengerjakan tugas yang telah diberikan pada waktu yang sangat singkat. Apapun hasilnya tidak ada yang salah dan gagal dalam mengerjakan hanya saja, bagi mereka yang tidak serius hasil yang di dapatkan menjadi kurang tepat. 
                 Antusias anak² sangatlah tinggi dalam pembuatan karya ini. Setiap hari saya memantau sudah sampai mana karya yang dibuat, sedangkan waktu untuk membuat sudah semakin berkurang. Pembuatan karya ini tidak semata-mata untuk mengikuti bazar dalam peringatan HUT RI saja namun dalam jangka panjang apabila mereka mau serius dalam menerjuni bidang ini akan bisa di jadikan sebagai lahan untuk mencari penghasilan. Output jurusan Perbankan Syariah selain mempunyai skill dalam public speaking dan pengelolaan keuangan, juga mempunyai kemampuan berwirausaha. Ketika setelah lulus mereka tidak melanjutkan ke Jenjang Perguruan Tinggi atau masih bingung mencari pekerjaan, mereka bisa menggunakan ide kreatifnya untuk membuka suatu usaha. 5 hari berjalan karya sudah selesai, hasil yang di dapatkan lumayan bagus. Beberapa masukan saya dan teman² guru lainnya di berikan agar kedepannya mereka bisa lebih kreatif lagi dalam pembuatan karya maupun dalam mengerjakan suatu tugas dalam waktu yang sangat singkat.
              

Tidak ada komentar:

Posting Komentar