Minggu, 14 Agustus 2022 menjadi salah satu momen yang paling di tunggu oleh keluarga besar Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadi'in Ngunut Tulungagung. Dimana pada hari itu apa yang menjadi keinginan Almagfurlah KH. Muhammad Ali Shodiq Umman Alhamdulillah sudah terwujud. Dua keinginan Alm sebelum beliau wafat yakni ingin mendirikan sekolah STM yang saat ini berganti nama menjadi SMK dan sebuah Perguruan Tinggi. Tahun 2015, SMK sudah berhasil didirikan dan tepat 23 Tahun setelah beliau wafat, semua yang menjadi impian beliau sudah bisa di wujudkan oleh putra dan putri beliau dalam naungan Pondok Pesantren Ngunut Tulungagung. Perjuangan yang amat tidak singkat dalam melahirkan sebuah Perguruan Tinggi di tengah² pondok pesantren Ngunut. Terutama para dewan pengasuh Pondok Pesantren Ngunut, Para Mu'assis dan tim perintis yang sangat luar biasa dan tak kenal lelah dalam memperjuangkan berdirinya Sekolah Tinggi ini. 2 Tahun lebih dalam proses yang sangat melelahkan ini akhirnya membuahkan hasil dengan keluarnya SK Pendirian. Sekolah Tinggi Agama Islam Muhammad Ali Shodiq (STAI MAS) merupakan sebuah nama yang diberikan untuk Sekolah Tinggi ini. Nama ini diambil dari Nama beliau Almagfurlah KH. Muhammad Ali Shodiq Umman. Meskipun baru saja dirilis sudah ada 75 mahasiswa yang mendaftarkan diri. Hal ini membuktikan tingginya kepercayaan orang tua dan masyarakat dalam menyekolahkan putra putrinya.
Optimis, semangat serta do'a dari para pengasuh pondok meyakini kedepannya lembaga ini akan semakin besar. Tentu hal ini dibuktikan dengan kerja kerasnya dari segenap civitas akademika. Abah KH. Fatkhur Rouf Syafi'i diberikan amanah oleh yayasan untuk memimpin STAI MAS ini. Sebagaimana dawuh Abah Ro'uf, keberadaan STAI MAS di kota marmer ini bukan menjadi pesaing Perguruan Tinggi yang sudah ada di kabupaten Tulungagung, melainkan berdirinya STAI MAS ini menjadi partner Perguruan Tinggi yang ada di Tulungagung dan sekitarnya. 6 Program Studi diajukan pada saat awal mendirikan namun saat ini yang sudah di resmikan ada 3 Program Studi yakni PBA, IAT dan MPI. Ketiga program studi yang belum lolos akan di ajukan lagi Insya Allah tahun depan. Seremonial dalam rangka penyerahan SK ini dibuat sangat sederhana namun penuh rasa khidmat. Alunan musik angklung santri SMP Sunan Gunung Jati dan Tim Sholawat pondok menambah meriah kegiatan ini. Banyaknya papan ucapan dari berbagai pihak berjejer di sepanjang jalan menuju lokasi acara.
Pada acara seremonial ini juga dihadiri berbagai elemen masyarakat seperti Tokoh NU, Pengawas PPA, Fatayat Muslimat, Polsek, Para Kyai dan Ibu Nyai pengurus pondok pesantren yang ada di Tulungagung dan sekitarnya, para dosen, partner kerja serta kerabat Pondok Pesantren Ngunut, para guru SMK dan SMA di bawah naungan Pondok Pesantren Ngunut serta calon mahasiswa STAI MAS putra maupun putri. Acara diawali dengan sholawat, menyanyikan lagu Indonesia raya dan Subanul Wathon, pembacaan ayat suci Al-Quran, beberapa sambutan dan diakhiri dengan do'a. Sambutan pertama dari ketua Yayasan Pondok Pesantren Ngunut yakni Abah KH. Ibnu Shodiq Ali, beliau menceritakan sejarah berdirinya yayasan Pondok Pesantren Ngunut sampai berdirinya lembaga Pendidikan Formal hingga Sekolah Tinggi. Beliau juga menceritakan keinginan² Alm Almagfurlah KH.Muhammad Ali Shodiq Umman sebelum beliau wafat.
Sambutan kedua dari Perwakilan Bapak Bupati yang dalam hal di wakili oleh Bapak Sukarji. Beliau berhalangan hadir karena sedang memenuhi undangan dari Ibu Gubernur Jatim yakni Ibu Khofifah. Beliau membacakan isi sambutan Bapak Bupati. Beliau menyambut baik atas didirikannya STAI MAS ini dan beliau berharap keberadaan STAI MAS ini mampu menjadi pelengkap Perguruan Tinggi yang sudah ada dan tak beliau juga tetep menghimbau akan pentingnya tetap menjadi protokol kesehatan. Kemudian dilanjutkan sambutan dari Prof Dr. Amin Suyitno selaku Direktur PTKI Kemenag RI.
Prof Amin Suyitno dalam sambutannya selain memberikan pengarahan mengenai hal² apa saja yang harus dilakukan setelah Sekolah Tinggi diresmikan, civitas akademika harus kerja keras dan mempersiapkan langkah selanjutnya untuk proses akreditasi dll. Pesan beliau dalam mengelola sebuah lembaga pendidikan itu harus dari panggilan jiwa para segenap civitas akademika lebih penting dari dirinya sendiri. Kegiatan ini diakhiri dengan penyerahan SK dari Direktur PTKI Kemenag RI kepada Ketua YAyasan Pondok Pesantren Ngunut dan di teruskan diserahkan kepada ketua STAI MAS serta penandatanganan prasasti pendirian STAI MAS dan perpustakaan STAI MAS.
Semoga kedepannya STAI MAS dapat diberikan kelancaran dan berkembang menjadi Perguruan Tinggi yang unggul di bidang agama Islam berbasis Pesantren, Berorientasi pada Life Skill, serta berdasarkan faham Ahlussunnah Wal Jamaah Annahdliyah. Aamiin Aamiin YRA.

Aamiin, semoga kedepannya STAI MAS dapat melahirkan prodi2 baru lagi
BalasHapus