Jumat, 21 Agustus 2020

Butiran Payet

Payet merupakan salah satu ornamen penghias pakaian. Payet baisanya digunakan untuk menghias gaun atau kebaya. Di zaman modern seperti saat ini payet tidak hanya di gunakan pada dua jenis pakaian ini saja, namun juga di pakai pada jenis pakaian kaftan. Dari berbagi jenis pakaian yang ada, jenis pakaian kebaya yg lebih sering menggunakan ornamen payet. Efek berkilau yang di hasilkan dari payet memunculkan nuansa mewah dan elegan. Hal inilah yang menyebabkan suatu kebaya itu sangat bagus apabila dihiasi dengan payet. Pakaian yang di hiasi dengan payet juga memiliki nilai ekonomis yang lebih tinggi dibandingkan dengan pakaian yang tanpa di hiasi dengan ornamen payet. Hal ini disebabkan karena proses membuat beraneka ragam hiasan dari payet yang cukup rumit dan dibutuhkan ketelatenan yang sangat tinggi. 
Berbicara mengenai payet, Pada tahun 2009 dari butiran2 payet inilah aku mampu membeli buku pelajaran dan tidak meminta uang saku kepada orang tua. Berbekalan kemampuan yang aku pelajari secara otodidak dari tetangga yang bekerja sebagai pemayet pakaian muslim. Kemampuan itu aku kembangkan ketika di rumah dengan memayet berbagai baju dan jilbab yang aku punya. Dukungan penuh dari ibu yang membelikan peralatan memayet dan beraneka ragam jenis butiran2 payet membuat aku mampu membuat beraneka ragam bentuk hiasan dengan bahan payet. Siapa sangka kemampuan ini bisa aku gunakan untuk membantu meringankan beban orang tua. Pada tahun 2009 aku msih duduk di kelas 8 Madrasah Tsanawiyah ayah mengalami kegagalan dalam menjalankan usahanya. Keadaan ekonomi di rumah sangatlah minim. Hasil banting tulang ayah dan ibu hanya mampu untuk memenuhi tanggungan di lembaga perbankan dan makan. Sedangkan untuk memenuhi keperluan sekolahku dari hasil kerja lembur ayah dan ibu. 
Suatu ketika, aku melakukan kerja kelompok di rumah salah satu sahabatku. Aku memakai pakaian dan jilbab yang terdapat ornamen payet. Ketika itu kakaknya sahabatku melihatnya dan bertanya apakah pakaian itu aku beli sudah ada hiasan payetnya atau gimana. Aku jelaskan kepada kakaknya sahabatku tersebut bahwa hiasan payet itu hasil hiasan ku sendiri.... Kakaknya sahabatku itu mempunyai usaha konveksi yang sedang memproduksi pakaian kebaya dan di saat yang sama sedang mencari orang yang mau membantu memayet dan menawariku untuk bisa membantu. 
Aku meng iyakan tawaran tersebut. Memayet Satu stel baju kebaya dihargai sebesar 24 ribu. Aku mampu menyelesaikan memayet satu stel baju kebaya dalam waktu 3 hari untuk hari efektif. Waktu kerja yang baru bisa aku mulai sehabis pulang sekolah jam setelah 2 sampai ashar dan baru bisa mulai lagi sehabis magrib itupun apabila semua tugas sekolah sudah aku selesaikan. Pada saat itu aku harus benar2 bisa membagi waktu antara sekolah, kerja, mengerjakan pekerjaan rumah dan mengaji. Pada saat hari libur, aku dalam waktu sehari aku mampu menyelesaikan memayet satu stel baju kebaya. 
Terkadang di karenakan permintaan baju kebaya yang meningkat membuatku harus mampu menyelesaikan memayet satu stel baju kebaya dalam waktu kurang dari 2 hari ini.... Padahal di hari efektif, aku punya banyak waktu untuk bekerja itu di malam hari. Hal ini berbanding terbalik dengan kondisi di malam hari banyak sekali kendala dalam memasang payet. Seperti mata yang sudah mulai buram untuk memasuk kan benang pada jarum. Berbekalan semangat yang ingin sedikit membantu meringankan beban orang tua, kendala2 itu mampu aku atasi. Upah memayet yang menurut sebagian orang terbilang kecil, namun tidak bagi saya. Dari Butiran2 payet inilah aku mampu membeli buku pelajaran semester 2 dengan hasil jerih payahku sendiri dan tidak meminta uang saku kepada orang tua.... 

1 komentar: