Deburan ombak pasir putih Trenggalek menjadi salah satu sanksi tentang kebersamaan dan keakraban dengan keluarga besar SMP Islam Al Azhaar Tulungagung. Dua tahun sudah menjalin kebersamaan bersama mereka dg amanah yg besar dan menantang. Rujak buah menjadi salah satu makanan pilihan kami saat itu. Ustadzah Tuti selaku Kepala Sekolah membelikan kami buah manggis dan durian. Dua buah ini banyak sekali di temukan di daerah Trenggalek. Harganya pun lumayan murah. Menikmati rujak buah di temani dg deburan ombak mampu melepaa rasa penat, jenuh dan pusing dengan setumpuk LPJ yg masih blm selesai. Bunyi hp menghentikan lamunanku dalam menikmati Kekuasaan Allah. Aku buka ternya pesan whatsapp dri Obu Kepsek, padahal beliau berada tdak jauh dri tempat duduk sya. Bagaikan di sambar petir di siang bolong, ketika membaca isi pesan tersebut. Undangan evaluasi bantuan pembangunan tahun 2018 di Jakarta tertera di layar ponsel sya. Undangan tsb wajib untuk diikuti oleh Kepsek dan Bendahara sekolah yg terdaftar pda lampiran undangan evaluasi tersebut. Smp Islam Al Azhaar menjadi salah satu sekolah yg wajib mengikuti agenda evaluasi.
Banyaknya daftar berkas-berkas yg harus aku bawa yg bikin aku seketika langsung syok. Proses pembangunan yg baru selesai di hari itu membuatku kalang kabut dalam menyelesaikan LPJ. Kegiatan evaluasi di bukak pda hari selasa. Mau tdak mau semua betkas harus mampu aku selesaikan di hari senin. Waktu yg hanya tersisa 2 membuat kepalaku langsung pening. Namun aku tetep optimis mampu menyelesaikan itu semua dalam waktu yg singkat. Dukungan penuh yg di berikan oleh ibu Kepsek, teman2 kerja dan keluarga memberikan semangat tersendiri bagi sya dalam menyelesaikan itu semua. Selepas magrib aku baru sampai rumah. Deadline langsung ku buat saat itu juga. Termasuk deadline dalam menyelesaikan tugas yg di berikan oleh bapak ibu dosen. Mengingat pda saat itu selain menjadi salah satu karyawan swasta aku juga merupakan mahasiawi semester awal. Dengan semangat dan keyakinan Alhamdulillah semua berkas mampu aku selesaikan di hari senin malam.
Selasa pagi pukul setengah 3 aku di antar ayah ke terminal gayatri utk menuju bandara Juanda dan menuju Ibu Kota Jakarta untuk memenuhi undangan evaluasi bersama Ibu Kepsek. Semua berkas yg di perlukan dalam kegiatan tsb sudah sya bawa. Sya berkeyakinan benar salah urusan belakang yg paling penting sudah berusaha semaksimal mungkin utk menyelesaikan sesuai dg panduan yg ada di Juknis. Sambil menikmati perjalanan sya berusaha menata mental agar nanti waktu ditanya penguji siap untuk menjawab dg lantang. Pukul 3 sore sya sampai di Ibu Kota Jakarta. Acara pembukaan pun di mulai dg berbagai rangkaian acara. Selepas magrib acara di lanjutkan dg penyampaian evalusi dri masing2 sekolah kpda Pihak Kementerian melalui rwviewer. Rasa was2 dan deg2 kan, keringat dingin menghantuiku kala itu. Namun aku tetep optimia bisa menjawab semua pertanyaan yg di lontarkan oleh reviewer. Alhamdulillah sekolahku mendapatkan urutan ke empat dalam menyampaikan laporan pertanggungjawaban yg berarti masih ada waktu semalaman utk ku dan Ibu Kepsek utk menyiapkan itu semua.
Ke esokan harinya tiba di mana aku bersama ibu Kepsek menyampaikan laporan kami. Selama kurang lebih 30 menit kami menghadap reviewer. Alhamdulillah perjuangan selama 2 hari yg tidur hanya dg hitungan membuahkan hasil yg maksimal. Membawa nama baik sekolah dan kota menjadi beban tersendiri bagiku kala itu dan tidak pernah terlintas di fikiran. Pengalaman yg sangat luar biasa di Akhir tahun 2018. Berkumpul dg orang2 hebat dari sabang sampai merauke.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar