Bapak meninggal memang sungguh mengagetkan banyak orang termasuk keluarganya. Namun, di satu sisi Sungguh Alhamdulillah begitu mudahnya Bapak kembali kepada-Nya. Semoga bapak meninggal dalam keadaan Husnul Khotimah. Bapak memanglah bukan orang yang ahli ibadah. Namun di sisa akhir hidupnya Alhamdulillah bapak sudah berada dijalan yang benar. Mengingat dulunya bapak termasuk orang yang tidak menjalankan ajaran Islam. Bapak jarang melaksanakan sholat lima waktu bisa dibilang bapak sholat hanya satu tahun 2 kali yakni Sholat Idul Adha dan Idul Fitri. Suka main judi, jarang ikut Jama’ah Yasinan dilingkungan tempat tinggal. Namun hal tersebut hanya berlaku untuk diri sendiri. Beliau mendidik anak dan istrinya untuk rajin melaksanakan Ajaran – ajaran Islam terutama Sholat Lima Waktu. Saya dan Ibu sudah beberapa kali mengingatkan kepada Bapak agar mau meninggalkan kegiatan-kegiatan yang dilarang dalam Ajaran namun hal itu tidak membuahkan hasil. Hanya do’a yang bisa saya dan ibu panjatkan agar bapak bisa berubah.
Awal Tahun 2017, menjadi tahun yang bersejarah dalam keluarga saya. Kala itu saya meminta izin sekaligus meminta uang saku untuk ziarah wali Jateng bersama bude saya. Ziarah itu diadakan oleh Jama’ah Yasin Tahlil perempuan dilingkungan tempat tinggal saya, tidak hanya para ibu-ibu saja yang ikut kegiatan tersebut, para bapak-bapakpun juga banyak yang ikut. Pada saat saya minta izin dan uang saku, bapak tanyak berapa ongkos transport ziarah tersebut per orangnya. Saya kasih tau nominalnya bapak langsung tanyak ke Ibu dan menawarkan apa mau ikut ziarah Wali Jateng tersebut. Antara kaget dan tidak menyangka secara spontanitas ibu menjawab “Mau”. Tidak menyangka bapak mau ikut kegiatan semacam itu. Singkat cerita kami sekeluarga (bertiga) ikut kegiatan Ziarah ke Wali Jateng. Sebelum berangkat bapak meminta kepada ibu untuk membelikan baju koko, sarung dan surban yang berwarna putih. Berangkat ziarah memakai pakaian yang serba baru sampai-sampai sama tetangga diledekin “Enek Kaji Anyaran”. Para tetangga kaget bapak mau mengikuti kegiatan semacam itu. Dikatain seperti itu bapak cuek tidak merespon sama sekali.
Tujuan pertama Ziarah Wali Jateng ini ke Makam Sunan Kalijaga. Berawal dari sinilah bapak mendapatkan hidayah. Pada saat Tawasulan wa Tabarukkan di Makam Sunan Kalijogo posisi duduk bapak dibelakang pas Ustad rombongan kami yakni Gus Kholis. Mendengarkan Gus Kholis Tawasulan wa Tabarukkan hati bapak Terenyuh sampai tak terasa air mata keluar dengan sendirinya dan semakin deras. Bapak merasa memiliki dosa yang sangat banyak, telah meninggalkan Ajaran Islam selama ini, sering memberi makan anak dan istrinya dari rezeki yang tidak halal, menjadi sadar bahwa sering gagalnya dalam menjalan usaha selama ini juga karena perbuatannya. Sepulang dari kegiatan ziarah ini hidup bapak berubah drastis. Mulai menjalankan Ajaran-Ajaran Islam terutama Sholat Lima Waktu tidak pernah beliau tinggalkan, tidak mau melakukan judi (Membeli togel). Mengetahui kondisi bapak seperti itu tidak ada kata yang bisa saya dan ibu ucapkan selain Alhamdulillah Allah telah meng ijabah do’a-do’a kami selama ini. Bersyukur bapak bisa berubah kembali mau menjalankan Ajaran-Ajarannya dan meninggalkan yang dilarang di dalam Ajaran Islam.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar