Membeli di online shop customer tidak perlu lagi untuk datang ke toko untuk mendapatkan barang yang diinginkan. Pembeli dapat melihat barang yang diingkan melalui gadged. Penjual dan penbeli tidak perlu bertatap muka dalam melakukan transaksi jual beli. Pembeli cukup memilih barang yang diinginkan, kemudian memesan barang tersebut dan pembayaran dapat dilakukan secara transfer melalui bank atau dapat membayar dengan sistem COD setelah itu barang dikirimkan ke alamat pembeli.
Menjelang Bulan Ramadhan dan Lebaran seperti saat ini tentu penjualan di online shop mengalami kenaikan yang amat pesat. Tradisi masyarakat kita, yang selalu membeli baju baru, sandal baru, tas baru dan berbagai macam kebutuhan yang lainnya, menjadikan online shop ramai akan penjualannya. Adanya promo gratis ongkir dan diskon menjadikan online shop sebagai tempat bagi masyarakat untuk memenuhi kebutuhannya. Para customer tidak perlu lagi antri hanya untuk membeli satu atau dua macam barang. Harga yang ditawarkan oleh online shop lebih murah bila dibandingkan harga yang ditawarkan oleh toko offline. Hal ini yang menjadi salah satu pemicu naiknya omset penjualan di online shop.
Kenaikan itu terjadi pada minggu pertama bulan Ramadhan sampai minggu ketiga bulan ramadhan. Lonjakan paket hingga pengiriman mengalami overload. Kondisi ini yang membuat kurir bisa mengangkut paket hingga 250 buah per harinya. Para kurir minim harus membawa paket 110 buah per harinya. Hal ini yang menjadikan para kurir mengeluh. Kurang istirahat dan tidak ada hari libur demi bisa mengirimkan paket ke para customer. Seperti keluhan salah satu kurir "Sudahi chekout mu bestie karena kurir juga mau ikut lebaran". Keluhan para kurir ini disampaikan melalui media sosial maupun di tempelkan di mobil box pengiriman paket. Keluhan² para kurir dalam mengantar paket juga sebagai jawaban untuk para customer yang mengeluh paketnya belum datang². Hal ini yang mengharuskan para customer untuk bersabar dengan kondisi para kurir yang kewalahan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar